Pengurus PPTI Jateng Dilantik, Wagub Taj Yasin Dorong Jawa Tengah Zero TBC 2030

Berita 03 February 2026 Dibaca 36 kali
Pengurus PPTI Jateng Dilantik, Wagub Taj Yasin Dorong Jawa Tengah Zero TBC 2030

SEMARANG – Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menuntaskan penyakit tuberkulosis (TBC) terus diperkuat. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan bahwa upaya pemberantasan TBC harus mencapai target tuntas pada tahun 2030.

Penegasan tersebut disampaikan saat pelantikan jajaran pengurus Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Wilayah Jawa Tengah periode 2025–2030, yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Kamis (22/1/2026).

“Ini adalah amanat dari Presiden, bahwa pada tahun 2030 TBC harus tuntas,” ujar Taj Yasin, yang hadir bersama Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, selaku Ketua Badan Kehormatan PPTI Jateng.

Menurut Taj Yasin, penanganan TBC merupakan salah satu program prioritas nasional yang harus didukung secara serius oleh seluruh pihak. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pun berkomitmen kuat untuk mewujudkan Jawa Tengah Zero TBC pada 2030.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Tengah, estimasi kasus TBC pada tahun 2025 mencapai 107.488 kasus. Hingga akhir tahun, sebanyak 90.381 kasus telah berhasil ditemukan, atau sekitar 84,08 persen dari target penemuan 90 persen.

Sementara itu, tingkat keberhasilan pengobatan atau Treatment Success Rate (TSR) menunjukkan capaian yang cukup menggembirakan. Untuk pasien TBC sensitif obat (SO), TSR mencapai 85,40 persen, sedangkan pada TBC resisten obat (RO) tercatat 64,62 persen.

Taj Yasin menekankan bahwa keberhasilan pengendalian TBC tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan. Diperlukan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, organisasi masyarakat, hingga dunia pendidikan dan industri, baik dalam aspek pengobatan, edukasi, maupun pencegahan.

Dalam kesempatan itu, ia mengajak PPTI Jawa Tengah untuk menjadi mitra strategis pemerintah. Menurutnya, keberhasilan pengendalian TBC akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta kualitas sumber daya manusia.

“Dengan dilantiknya PPTI, saya berharap kolaborasi dan kerja sama ini benar-benar terwujud. Syukur-syukur, target bisa kita percepat dan mulai terlihat hasilnya sejak tahun 2026,” ungkap Gus Yasin, sapaan akrabnya.

Sementara itu, Ketua PPTI Jawa Tengah dr. Hartanto menyampaikan bahwa setelah pelantikan, pihaknya akan segera melakukan konsolidasi dengan PPTI di 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Langkah ini dilakukan untuk memetakan kondisi di masing-masing daerah, mengingat setiap wilayah memiliki tantangan dan pendekatan berbeda dalam menangani TBC.

PPTI, lanjutnya, berkomitmen penuh untuk mendukung Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mengejar target eliminasi TBC 2030. Upaya tersebut meliputi edukasi masyarakat, pencegahan, penemuan kasus, hingga pendampingan pengobatan secara tuntas.

Tak hanya itu, PPTI juga akan memperkuat kemitraan dengan berbagai elemen, seperti sekolah, pondok pesantren, dan dunia industri, agar kesadaran masyarakat terhadap TBC semakin meningkat.

“PPTI siap membantu pemerintah, mulai dari mencari kasus, melakukan skrining, mengantar pasien ke fasilitas kesehatan, hingga mendampingi pengobatan sampai tuntas,” jelas Hartanto.

Ia pun mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala TBC. Batuk berkepanjangan, demam, dan tubuh terasa lemas menjadi tanda yang perlu diwaspadai.

“Segera lakukan skrining di fasilitas kesehatan untuk memastikan. Jika terdiagnosis TBC, pengobatan harus dijalani sampai tuntas. Dan saat batuk, gunakan masker sebagai langkah pencegahan,” pungkasnya.